Selasa, 28 Maret 2017

Dari Aku yang Rindu Kamu (part 1)

Detik jam terlihat begitu cepat, laju mentari terasa kencang, dan malam pun seketika hadir tanpa persetujuan. Semua berlalu begitu saja tapi entah bagaimana aku merasa semua itu berjalan lambat hingga suatu kenangan muncul tanpa menyapa. Seseorang hadir dalam kenangan, setiap gerakan, senyuman, suara, hingga percakapan yang pernah terjadi seperti rekaman yang terulang lagi, seketika tetesan air membasahi pipi ini.
            “ini terjadi lagi” Clarisa menarik napas dalam – dalam dan menghembuskannya sambil mengusap matanya yang basah karena kenangan itu. Dia terbangun menghampiri meja belajarnya, diambilnya sebuah buku besar dia mengusapnya seakan debu yang menempel telah membuat buku itu terlihat usang. “Album Kenangan” begitu tulisan yang nampak pada bagian paling depan, Clarisa membukanya mencari sesuatu yang telah lama hilang dalam hidupnya dan akhirnya dia menemukan halaman yang dia cari.
            “Leo, sesulit inikah bertemu dengan mu bahkan untuk berbicara denganmu aku merasa asing” Clarisa berbicara dengan foto lagi, foto seseorang yang dia cintai, seseorang yang dia tunggu selama ini.
Mencintai mungkin tak sesulit ini jika dia benar – benar mencari seseorang yang dapat menggantikan Leo, seseorang yang memang mencintai dia bukan hanya dia cintai. Leo mungkin tak pernah tau itu, dia mungkin sedang duduk manis dengan kerjaannya, dan tak sedetikpun wajah atau bahkan nama Clarisa hadir dalam ingatannya. Clarisa pernah tegar bahkan lebih tegar darii tembok China tapi dia juga pernah rapuh serapuh lapisan es yang tipis. Setiap hari nama Leo selalu diucapkan bahkan dia tidak sadar nama itu tiba – tiba muncul dalam benaknya. Sahabat – sahabatnya mungkin sudah bosan jika dia cerita tentang Leo hingga dia harus memendam ceritanya sendiri.
Clarisa kembali menutup album tersebut dan dia kembali berbaring di kasurnya, bukan untuk tertidur tetapi dia menggenggam hp nya, dibukanya sebuah social media yang menampilkan foto – foto Leo, dia kembali meneteskan air mata. Akun itu pernah diblokirnya, dengan alasan agar dia bisa melupakan semua kenangan Leo tapi sampai sekarang dia masih sering stalker di akun itu.
            “mungkin dulu aku pernah salah dengannya, iya aku yakin aku punya salah” Clarisa meyakinkan dirinya bahwa kepergian Leo adalah salahnya. Perlahan dia mulai melemah, hp nya terjatuh dari genggamannya, matanya mulai mengatup, dia tertidur dengan profil Leo yang masih terbuka.
*5 tahun yang lalu*
            “ Leo tolong dong ambilin buku diatas meja ku” sambil menunjuk buku yang dimaksud, Leo langsung pergi untuk mengambil buku tersebut.
            “Ini Clar” menyerahkan buku tersebut pada seseorang yang menyuruhnya tadi. Dengan senyumnya yang lebar Leo terlihat memesona.
Hari itu terasa begitu cepat berlalu, Clarisa merasa waktunya menjadi anak SMA akan segera selesai, dia senang karena 1 semester lagi akan menjadi anak kuliahan tapi dia juga sedih karena akan berpisah dengan Leo.

            Tak masalah, kampus yang kutuju juga akan sama dengan yang dia inginkan – Clarisa mengguman dalam hati, terdengar sangat meyakinkan. (bersambung)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar