Senja perlahan menyembunyikan dirinya hingga menghilang dari alam semesta dan digantikan dengan rembulan dan bintang.
"Ah purnama" desahku secara perlahan sembari tetap menatap langit yang indah itu. Sesekali aku melihat layar handphone ku berharap ada pesan darimu. Sudah lebih dari seminggu sejak terakhir kita bertemu, selama itu pula aku tak tau kabarmu.
Aku rindu itu sudah pasti tapi aku tak yakin untuk menanyakan kabar mu karena aku takut mengganggu mu dan jika kamu menginginkanku pasti kamu akan mengabariku terlebih dahulu. Aku ingat dulu pernah bersemangat menanyakan kabar seseorang tapi akhirnya dia tak meresponku sedikitpun dan akhirnya kami berpisah. Untuk cerita kali ini aku memilih untuk diam mendekap rindu ini dengan erat. Aku baca ulang percakapan yang pernah terjadi diantara kita berdua dan aku tertawa kecil sambil bergumam "apa tak bisa ini dilanjutkan?". Tiba - tiba seperti ada goresan kecil di dada dan sejenak tawa berubah menjadi tangis.
Aku bodoh, jika rindu kenapa tidak ku kirimkan saja pesan kecil padamu, hmmm trauma ku terdahulu membuatku tidak ingin memulai lebih dulu dan memilih untuk diam dan menunggu, "jika dia memiliki perasaan yang sama dia pasti akan terlebih dahulu menghubungi ku" ucapku dalam hati.
*****
Seminggu lagi telah berlalu tapi pesanmu tak pernah memanggilku atau mungkin kamu sendiri tak pernah menginginkan ku. Sudah kuduga selama ini pertemuan kita hanya sebatas saling sapa tanpa rasa dan hanya pengobat dikala sepi. Iya ini semua sebenarnya hanya kesepian bukan cinta yang datang menyeruak masuk dalam raga. Tapi mengapa aku masih tak percaya, aku ambil handphone ku dan kucari dirimu. "Kamu bahagia" gumamku dalam hati, melihat aktivitas sosialmu bersama teman - temanmu. Waah kamu terlihat begitu bahagia, aku senang walaupun bahagiamu bukan aku.
Aku tak seegois itu karena kamu sendiri bukan milikku.
*****
Sebulan telah berlalu dan kamu juga tak pernah mencariku. Mungkin aku benar - benar tidak ada artinya bagimu.
Aku memberanikan diri untuk menanyakan kabarmu, dalam hatiku aku meyakinkan diriku bahwa ini yang terakhir kalinya aku yang memulai duluan. Aku mengambil handphone ku dan mulai mengetik.
"Apa kabar?" Aku mengirim pesan sesingkat - singkatnya
"Baik" dia membalasnya dengan kata yang lebih singkat
"Kamu nggak rindu aku ya?"
Andai aku memiliki keberanian untuk mengirim pesan itu. Aku menghapusnya dan ku ganti dengan kata yang lebih singkat
"Oke"
Kita mengakiri pesan singkat ini, sesingkat yang aku pikirkan.
Mungkin banyak yang menyayangkan ini, kenapa tak aku tanyakan hal lain atau kenapa aku tidak bertanya hal basa basi dengannya setidaknya untuk memperpanjang pesan itu. Bukan kah sudah pernah kubilang "jika seorang pria menyukaimu seharusnya dia yang akan menanyakan kabarmu tanpa perlu ragu dan jika dia hanya diam tanpa mengirimkan satu pesan pun padamu, ya kamu tau apa arti semua itu"
Aku memutuskan untuk berhenti dan lebih baik untuk sendiri dulu sampai ada seseorang yang tiba - tiba mengubah tunggu ku menjadi temu yang berakhir satu.https://www.instagram.com/aridwahyuni/