"Kita semua pasti memiliki seseorang di masa lalu dan mengingatnya setelah begitu lama pergi begitu menyakitkan ketika kita tau bahwa dia telah berubah menjadi seseorang yang sangat berbeda"
Namanya Sani, orang yang ku kenal hampir 9 tahun lalu. Aku tidak tau awalnya kenapa aku bisa kenal dengannya itu terjadi secara tiba - tiba ketika aku duduk di sebuah warung makan sepulang sekolah, dia dan teman - temannya datang (yang aku tau mereka sekolah siang) menghampiriku dan menyemprotku dengan air putih sambil bercanda, aku langsung saja menyiramnya dengan air yang ada di dalam botol minumku sambil tertawa juga. Kurasa itu pertemuan awal aku dengan dia, sebenarnya aku lupa karena itu terjadi sembilan tahun yang lalu dan itu cinta pertamaku.
Saat itu aku baru kelas 4 SD dan dia 2 SMP, sekolah kami berada dalam lingkungan yang sama jadi walaupun tidak satu sekolah kami masih sering bertemu. aku dan Sani hanya bertemu saat pulang sekolah itupun kalau dia pergi kewarung depan sekolah. Hingga satu tahun berselang, aku tak pernah bertemu lagi dengan dia.
Saat ini aku sudah naik ke kelas 5 SD dan aku juga jarang melihat Sani, hingga suatu saat pelajaran matematika, aku dan teman - teman sedang mengerjakan soal yang diberikan guru aku mengerjakannya dengan antusias dan tiba - tiba Sani dan teman - temannya ada di lorong sebelah kelasku, aku kaget sekaligus senang. Aku ingat saat itu dia menyuruhku untuk maju menjawab soal matematika yang diberikan dan aku langsung mengumpulnya, aku dapet nilai 10 (kalau sekarang 100) dan aku tunjukin ke dia lalu dia ngasi aku 2 jempol tanda hebat.
Aku dan Sani sering ngobrol dan bercanda di jendela lorong, aku senang ketika melihat dia tersenyum, tertawa dan bercanda dengan ku. suatu ketika sekolahku dan sekolahnya mengadakan kegiatan bermalam di sekolah. Aku dan teman - temanku berkeliling melihat - lihat keadaan lingkungan sekolah ku tapi yang ada di otakku cuma Sani, aku mengintip dia dari kejauhan walaupun malam tapi aku bisa melihat wajahnya dan aku bahagia.
Aku termasuk salah satu murid yang aktif, aku mengikuti ekstrakulikuler pramuka dan berlatih setiap sabtu sore, aku ingat ketika waktu itu sedang latihan pramuka dan aku tidak sengaja melihat seseorang dengan pakaian bebas, ternyata itu Sani. Aku tidak tau dia sedang melakukan apa di sekolah sore - sore dengan seorang temannya yang aku kenal, tapi akhirnya aku tau kalau dia mengikuti ekstra tabuh (ekstrakulikuler bermain alat musik tradisional seperti gong). Mulai dari sini aku suka sama pria yang pintar tabuh seperti Sani. Aku selalu ngeledek dia dengan cara memanggil namanya lalu lari seolah - olah dia dipanggil oleh seseorang yang tidak dikenal tapi aku yakin dia tau kalau itu aku.
Aku ingat ketika ada persembahyangan di sekolah, semua murid yang sekolah dilingkungan tersebut melakukan persembahyangan bersama dengan diiringi gambelan dan yang memainkannya Sani, aku sangat senang melihatnya. Ketika persembahyangan dimulai, aku duduk di dekatnya entah bagaimana bisa aku lupa. Saat itu aku selesai duluan dan liat ekspresi muka nya ketika sembahyang, dia benar - benar terlihat tenang dan konsentrasi, dari situ aku yakin dia rajin sembahyang.
Hingga akhirnya suatu hari dimana aku tak akan bisa melihatnya lagi bahkan untuk selamanya yaitu hari kelulusannya, saat itu aku akan naik ke kelas 6 SD, aku merebut juara kelas lagi karena sebelumnya nilaiku jatuh dan aku tidak dapat juara sedangkan sekarang aku mendapat juara karena motivasi Sani yang selalu menyemangatiku di lorong samping jendela. Aku mendapat piagam dan bingkisan hadiah, aku maunya nunjukin ke dia tapi sayangnya kelulusannya diadakan sore hari. Sebenarnya mungkin saja aku dateng terus bilang selamat lulus dan selamat tinggal tapi aku nggak dapat ijin keluar rumah. Akhirnya aku dan dia nggak pernah bertemu lagi tapi aku selalu menyebut namanya dan berdoa suatu saat nanti aku akan bertemu dengnnya lagi.
Hingga sekarang sudah 8 tahun aku dan Sani tidak bertemu tapi saat aku kelas 1 SMP, aku sering melihat temannya kesekolah dan pulang sekolah tapi aku nggak pernah melihat dia. Aku tiba - tiba ingat dia lagi dan iseng untuk mencari dia di sosial media, padahal aku nggak tau nama aslinya karena jujur saja dulu aku sama dia nggak pernah kenalan secara resmi. Aku mencarinya hingga bosan dan menyerah tetapi suatu hari lagi aku mencoba mencarinya dan ketemu satu akun yang namanya mirip seperti dia dan tahun lahirnya kemungkinan benar (aku dan dia beda 4 tahun). Tapi aku lupa dengan mukanya dan aku menemukan pemilik akun ini tidak seperti yang aku bayangkan memiliki rambut panjang, bertato, dan perokok seperti ditampar dan aku merasa seperti mimpi. Aku masih belum yakin kalau itu Sani tapi aku nggak diam begitu saja, aku melihat teman - temannya dan ada satu temannya mirip juga dengan teman Sani saat dia SMP dulu. Dulu aku mengira Sani tidak akan seperti ini, aku mengira dia akan baik, menjadi seorang guru atau bahkan berprofesi yang lebih layak tapi ternayata penyemangatku menjadi seseorang yang seharusnya butuh semangat. Dia bukan Sani yang ku kenal bahkan dia jauh dari Sani yang kukenal dulu.
Ini seperti kisah drama atau ftv ata sinetron, aku sendiri merasa ini hanya ada di film - film tapi aku merasakannya, aku merasakan film - film itu masuk ke kehidupanku, dia yang selalu ada dala doaku, dia penyemangatku, dia telah berubah, malaikatku telah menjadi iblis yang bahkan aku sendiri nggak bisa mengungkapkannya dengan kata - kata. - Selesai
"sekarang aku tau alasan tuhan tidak menyatukan kita, bukan karena aku tak pantas untukmu atau kau tak pantas untukku tapi masa depan kita berbeda bukan untuk bersama tapi untuk berpisah"
"berhenti mencari masa lalu, biarkan hanya kenangan yang tertinggal disana sebelum kita menyesal karena masa depan bisa merubah semuanya. Ketika masa lalu mu adalah jodohmu biarkan dia yang berlari ke masa depan jangan kita yang mencari masa lalu itu"