“Aku bosan harus jatuh cinta” aku tiba – tiba mengeluh kepada Anggi, sahabatku sendiri. aku memang seorang gadis yang sangat cepat jatuh cinta, berawal dari melihat, kenalan, bercanda sebentar, dan langsung terpikat tapi akhirnya tak secepat awalnya. Ada yang hanya ingin berteman, ada yang hanya memberi harapan palsu, ada yang juga suka tapi putus ditengah jalan, hingga kini umurku 23 tahun, aku tetap saja belum memiliki pasangan yang pas.
“maksudmu, apa kamu mau menjomblo seumur hidup, renta dimakan usia sendirian, mati sendiri nggak ada yang urus, anak nggak punya, suami nggak ada, kamu mau seperti itu?”
“bukan gitu juga Nggi, aku hanya bosan, jatuh cinta, gagal, patah hati, move on, kenalan sama orang baru, jatuh cinta lagi, gagal lagi, patah hati lagi, move on lagi, kenalan sama orang baru lagi, begitu terus, nggak bakal ada habisnya. Aku itu capek tiba – tiba bahagia, habis itu nangis, galau, senang lagi, aku ngerasa jatuh cinta itu hanya untuk orang sempurna, pilihan tuhan, dan itu bukan aku.”
“kamu hanya belum bertemu orang yang pas, jangan nyalahin tuhan, kamu adalah orang pilihan diantara jutaan calon manusia”
“tapi semua sudah aku lakuin, diumur ku yang sekarang, aku bukan remaja lagi yang bisa gonta – ganti pasangan”
“kamu perlu liburan, mungkin kamu bakal ketemu sama jodohmu disana”
“liburan kemana, Bali? Pantai Kuta? Nusa dua? Bogor? Puncak? Aku sudah pernah semua bosen juga”
“ke Papua”
“apaaaa?? Papua, kamu gila, mana mungkin aku belai – belain ke Papua Cuma buat nyari jodoh, nggak ada tempat lain apa?”
“kamu bilang udah bosen ke Bali, Bogor, dan tempat – tempat wisata paling cihuyy di Indonesia, yaudah ke Papua aja. Disana ada yang namanya Raja Ampat di Papua Barat, kata temen ku yang pernah kesana sih tempatnya bagus banget, banyak penyelam, dan cowoknya ganteng – ganteng banget. Gimana niat nyoba?”
“boleh deh, mungkin udah waktunya aku harus liburan, nyari suasana baru, pengalaman baru dan pastinya cinta yang baru”
“okedeh ntar aku bantuin kamu prepare, apapun bakal aku bantuin demi kamu”
“thank you my best friend” aku pun memeluk sahabat ku.
Aku bekerja sebagai art director di sebuah perusahaan advertising yang cukup terkenal, pekerjaan ku bukanlah pekerjaan mudah, aku harus selalu berada pada mood yang baik, menghadapi anak – anak magang, memunculkan ide – ide baru, dan yang paling susah adalah berhadapan dengan boss super nyebelin. Boss ku bernama Indra Wiguna, dia pewaris tunggal dari perusahaan ini, anak satu – satu nya dari keluarga Wiguna Saputra, orang yang cukup terkenal di Jakarta dan hampir seluruh Indonesia. Mungkin karena kepercayaan itulah dia menjadi super galak, disiplin, dan pastinya menghukum para karyawan yang melakukan kesalahan selama tiga kali, dan hukumannya nggak tanggung – tanggung bisa sampai mecat. Tapi jujur dia itu lumayan tampan, berawajah seperti Cristian Sugiono, masih berumur 27 tahun, denger – denger sih masih lajang, dan pastinya sudah mapan, sayang nya aku sama sekali nggak tertarik sama dia.
“Ris gimana, deadline hari ini, sudah selesai?” baru saja dibicarakan, orang satu ini datang juga.
“belum pak, masih dikerjakan sama Dewi”
“gimana sih, kita kan sudah sepakat hari ini itu harus sudah jadi, klien dari tadi nelponin aku, kalau kerja kalian lambat seperti ini mana mau selesai. Yasudah kamu datengin Dewi, kejar deadline nya, aku mau sebelum jam 3 sore harus sudah jadi, kalau nggak gaji kalian saya potong!”
“baik pak, akan saya kejar deadline hari ini”
Aku tau kenapa boss nggak punya pacar sampai sekarang, bukan karena nggak ada yang cocok tapi karena galaknya itu dan apa – apa main hukum, dikiranya semua orang bakal tunduk apa dengan hukum.
***
“Dewi tadi boss minta deadline hari ini, katanya bila nggak selesai sampai jam 3, gaji kita dipotong, sudah sampai mana?” aku harus secepat kilat memberitahu Dewi sebelum gaji ku menjadi korbannya.
“yaampun Ris, apa – apa potong gaji, apa – apa pecat, kenapa sih itu boss, dia kira hukuman itu bisa buat dia terlihat tegas, pantes saja sampai sekarang jomblo, mana ada yang mau sama dia. Oke deh Ris, sebentar lagi kerjaan selesai, jam 1 aku kasi kamu”
“oke, makasi Dewi, maklumin aja, dia kan pewaris satu – satu nya, yaa harus bisa jaga perusahaan biar nggak bangkrut.”
Istirahat makan siang, aku mengingat lagi pembicaraan ku kemarin dengan Anggi, apa iya boss Indra ngasi aku pergi liburan, aroma – aroma nya sih nggak. Jones lagi deh hidup ku.
“Ris gimana sudah datengin Dewi?” tiba – tiba boss Indra datang ke meja makan ku
“sudah pak, nanti jam 1 dia akan ngasi semua hasil kerjaannya, boss saya boleh ngomong sesuatu nggak?”
“apa? Asal jangan ngomongin naik gaji”
“nggak boss, bukan masalah gaji. Saya boleh liburan nggak boss?”
“ohh sudah merasa kerjaan kamu beres ya, makanya bisa liburan?”
“bukan boss, ya kalau nggak bisa, saya nggak jadi liburan boss”
“baguslah kamu sudah menangkap maksudku, berarti kamu nggak perlu jawaban lagi kan?”
“baik boss”
Kulihat boss berlalu begitu saja, aku sudah rasa itu, boss pasti tidak akan mengijinkanku liburan, aku benci ini.
“Anggi aku rasa liburan itu nggak bakal terwujud deh, boss ku nggak ngasi aku liburan, dia bilang kerjaan belum beres tapi sudah berani liburan. Apa aku bakal jadi jones seumur hidup ya?” sampai dirumah aku mengadu dengan Anggi
“Rista, mungkin belum waktunya, tapi aku yakin boss kamu pasti ngasi yang terbaik buat kamu. Caranya selesain dulu kerjaan kamu semua, tunjukin ke boss mu kalau kamu bisa nyelesaiin semua kerjaan kamu, pasti dia bakal ngasi kamu liburan, ke Raja Ampat”
“aku harap deh, aku bakal selesaiin semua deadline bukat besok, minggu depan, bulan depan, dan kalau bisa deadline yang tahun depan”
“aku dukung kamu Rista”
Aku niatnya hari ini begandang, semua audah aku siapkan dari cemilan, kopi panas, laptop, buku, kerjaan, dan semua nya. Aku mulai dari deadline untuk besok, iklan coklat, harus beres. Setelah berkutat cukup lama di depan laptop, akhirnya setelah jam 4 aku nyelesaiin deadline.
Besok pagi aku langsung mencari boss Indra, aku berharap boss Indra suka melihat kerjaanku.
“boss permisi, deadline iklan coklat sudah jadi.”
“wow bagus dong, oh ya ada lima iklan yang mesti selesai hari ini, kamu selesaiin ya terakhir aku tunggu jam 4 sore, kalau kamu telat, kamu tau akibatnya sendiri”
“tapi boss …”
“sudah keluar”
Harapan ku pupus, bukannya di puji, malah masuk neraka, lima iklan dalam waktu tujuh jam. Iklan ini saja selesai nya selama 7 jam, apalagi ini, lima iklan.
Aku mulai mengerjakannya, tanpa istirahat, aku rasa liburan itu harus aku hilangkan, daripada berambisi tapi akhirnya hancur. Setelah jam 5, kulihat boss Indra datang menghampiriku.
“Ris mana? Sudah jadi”
“yaampun boss, potong saja gaji saya, saya nggak kuat, saya sampai nggak istirahat buat nyelesaiin iklan ini”
“baik kalau gitu, kamu saya hukum, bukan gaji, tapi ini”
Boss Indra memberi ku sebuah amplop, aku harap bukan amplop pemecatan. Aku membuka nya perlahan dan surprise banget.
“tiket apa ini boss?”
“ini tiket ke Raja Ampat, kita ada kerjaan disana, tapi aku datang terlambat jadi kamu harus bisa nge handle semua kerjaan dan jangan sampai gagal. Kalau gagal kamu akan aku pecat.”
“makasih boss, saya akan nyelesaiin kerjaan ini dengan perfect tanpa cacat sedikit pun”
Aku memeuluk boss ku tanda terimakasih.
Di rumah aku langsung menghampiri sahabat tericinta, dia harus tau semua nya, aku jadi ke Raja Ampat, sambil mendayung 2 sampai 3 pulau terlampau.
“Anggi, aku jadi pergi”
“kemana?”
“ke Raja Ampat”
“kok bisa?”
“boss ku ada kerjaan di sana, tapi dia nggak bisa dateng tepat waktu, makanya aku yang gantiin dia disana, aku liburan walaupun sampai kerja”
“wahh seneng banget, berangkatnya kapan?”
“tiga hari lagi aku berangkat, aku dapet libur buat prepare semuanya, bantuin aku ya”
“oke pastinya aku bantuin kamu”
Aku mulai mempersiapkan semua peralatanku, aku menyiapkan koper, baju, celana, perlatan lainnya, dan alat – alat kantor.
“kriinngg…kringgg….kriinng” ponsel ku berbunyi, panggilan dari boss ku
“hallo boss, ada apa?”
“gimana persiapan sudah selesai?
“sudah boss, semua perlengkapan sudah beres, tinggal berangkat saja”
“oke, besok saya jemput kamu, saya akan antar kamu ke bandara, jam 8 kamu harus sudah siap, kita harus berangkat cepat karena perjalanan kesana memakan waktu sukup lama”
“baik boss”
***
“Anggi aku berangkat dulu ya, kamu jaga rumah, jangan sampai lupa kalo lagi ngidupin kompor, nyuci baju, atau apapun. Aku nggak mau kamu sama rumah ada masalah”
“siippp deh, kamu hati – hati juga disana, good luck ya”
Hari ini sudah tiba, aku berangkat menuju tempat yang aku impikan. Boss sudah menunggu ku di dalam mobil, kami berdua diantar oleh sopir pribadi boss Indra. Di dalam mobil aku merasa canggung karena ini pertama kalinya aku berada satu mobil dengan boss ku sendiri, apalagi harus berdampingan seperti ini. Sampai bandara, boss hanya menyampaikan beberapa tugas ku dan aku langsung berangkat ke dalam.
Perjalanan yang ku tempuh selama 6 jam dare Jakarta ke Sorong via Menado. Dari Sorong, kota yang cukup besar dan fasilitas lumayan lengkap. Aku tinggal di resor Papua Diving. Pertama kali melihat suasana disini, aku langsung nyaman, terasa suasana sangat sejuk. Aku berputar – putar sambil melihat suasana pulau – pulau disini dan tanpa sadar aku menabrak seseorang.
“eh maaf” aku langsung meminta maaf agar tidak ada salah paham yang terjadi.
“nggak kenapa kok, santai aja.” Kami berdua saling bertatap, aku ada rasa, dia tampan, aku rasa dia juga baik.
“namaku Angga, kamu siapa?” dia mengulurkan tangannya dan berkenalan dengan ku.
“aku Rista”
“wah nama yang bagus, seperti orangnya bagus banget”
“maksudnya?”
“no problem, gimana kalau kita jalan – jalan, disini kamu liburan kan?”
“aku disini kerja, ada tugas yang harus aku selesaikan, jadi sambil liburan sambil kerja”
“ohh gitu, aku suka melihat wanita yang rajin, ayo kita jalan – jalan sebentar, siapa tau kamu mau dengerin cerita Raja Ampat ini.”
“ya boleh, aku mau, lagipula aku kerjanya mulai besok kok.”
Aku dan dia mulai jalan – jalan, Andra mulai menjelaskan satu persatu tentang Raja Ampat.
“kamu tau nggak, Raja Ampat itu merupakan rangkaian empat gugusan pulau yang berlokasi di bagian barat Pulai Papua. Biasanya disini itu yang banyak para penyelamnya, kayak aku, dari bandung kesini cuma mau nyelam aja. Nah nama gugusan pulau tersebut dinamakan Pulau Waigeo, Pulau Misool, Pulau Salawati, dan Pulau Batanta.”
“waahh kamu tau banget, sudah sering kesini ya?”
“ah nggak kok, Cuma pernah tiga kali aja”
Aku dan Angga mulai menikmati suasana ini, hingga hari mulai sore. Dia menghantar ku ke resor, dia terlihat sangat baik padahal aku baru saja bertemu dengan nya, dan aku mulai jatuh cinta, aku harap semua nya berakhir dengan bahagia.
***
Aku rasa, aku lupa memasang alarm, aku terkaget ternyata sudah jam 08.30, padahal pertemuan ku dengan klien jam 07.00. Sumpah, aku langsung lari ke kamar mandi, ganti baju, dan berangkat, tapi…
“jam berapa ini?” boss Indra berdiri tepat di depan pintu
“boss maaf, saya lupa masang alarm”
“aku juga lupa, kalau ngebiarin kamu sendirian disini semua bakal hancur”
“boss maaf”
“kamu itu art director, kerja sudah tiga tahun, tapi masih saja salah, gak tepat waktu, ini itu kerjaan, jangan samakan dengan jalan – jalan. Untung saja klien membatalkan pertemuan disi, jadi kita nggak akan kehilangan kontrak kerja”
“apa boss diundur, sampai kapan?”
“sampai bulan depan, di Jakarta, aku nggak mau bulan depan kamu ngelakuin hal yang sama lagi, aku bisa mecat kamu atau kamu yang langsung angkat kaki dari perusahaan”
“baik boss, sekali lagi saya minta maaf”
“oke aku maafkan, kita sudah terlanjur datang kesini, nggak mungkin langsung balik, kita akan berlibur sampai tahun baru nanti”
“jadi kita tahun baruan di sini boss, tapi tahun baru kan lama”
“kamu kebanyakan sampai lupa, tahun baru kan empat hari lagi”
“yaampun saya lupa, makasi ya boss”
Aku menikmati liburan ini, liburan bersama boss ku. Apa aku mulai menyukai boss ku sendiri tapi Angga. Mungkin saja kebaikan boss membuatku mengaguminya, ini hanya rasa kagum semata.
Hari ini aku minta ijin sama boss untuk jalan – jalan, awalnya dia ingin menghantarku tapi, aku bilang Angga sudah siap menghantarku kemanapun aku mau. Aku sudah bercerita tentang Angga ke pada Boss, dan itu bukan sebuah permasalahan yang serius. Dia hanya mengatakan aku harus berhati – hati dengan orang baru, tapi aku rasa Angga orang yang baik, dia tidak mungkin meninggalkan ku begitu saja.
Angga mentraktir ku makan es krim, dia bilang es krim bisa bikin mood itu naik drastis dia cerdas, aku suka pria cerdas. Aku memikirkan boss ku yang sendirian di Resor, ah palingan juga dia lagi ngecengin cewek dan sok baik dihadapan mereka.
“kita nyelam yuk? Mau nggak?” Angga menawarkan ku menyelam bersama nya tapi aku tolak, aku takut, aku nggak bisa berenang. Aku hanya melihatnya dari atas kapal, dia sangat tampan, tipe ku banget, kalau mungkin dia nembak aku pasti aku bakal terima langsung tanpa basa – basi. Dua jam sudah dia menyelam, aku rasa dia lelah, dan aku ingin mendengarkan ceritanya.
“gimana tadi seru?”
“seru banget Ris, harusnya kamu ikut, ada banyak ikan dan terumbu karang di dalamnya, romantis banget.”
“aku nggak bisa renang, ntar nyelam gaya batu lagi.”
Aku dan Angga menghabiskan suasana hari ini di pantai yang berpasir putih, banyak wisatawan tapi satupun tidak terlihat ada boss Indra. Hari semakin gelap, banyak bintang bertaburan diatas sana, kami berdua saling menukir nama kami masing – masing disana, aku juga mengambil kesempatan buat nulis namanya Angga kayak film “little thing called love” siapa tau kami berdua jodoh, tapi belum selesai menulis, Angga langsung memanggil ku.
“liat itu Ris” dia menunjuk langit yang terlihat ada sesuatu yang jatuh
“apa itu Ngga?”
“itu bintang jatuh, ayo buat satu permohonan, siapa tau di kabulin”
Aku memejamkan mataku dan berharap semua keinginanku terkabul, aku minta semoga semua berakhir bahagia. Sebuah kalimat yang ambigu tapi penuh makna, mungkin aku salah meminta tapi hanya itu kalimat yang terpikirkan.
“sudah minta sesuatu? Minta apa?” Angga memancingku dengan pertanyaan yang aku nggak mau jawab
“ada aja, ini itu rahasia, kamu nggak boleh tau, memangnya kamu minta apa?”
“aku minta biar kamu mau jadi pacarku, iya kalau kamu mau sih”
“ya kalau itu jujur dari hati, aku mau kok, mau banget”
“jadi kita jadian nih?”
“iya, kan permintaan kamu terwujud”
“tapi kita kan baru kenal 2 hari, apa bisa selamanya?”
“banyak kok yang kenal sampai bertahun – tahun tapi akhirnya nggak pacaran, malah ada yang sudah nikah tapi cerai, siapa tau kita yang hanya 2 hari bisa selamanya”
“semoga, aku harap begitu”
Aku dan Angga mulai menikmati awal pacaran kita, sampai aku lupa sekarang sudah tengah malam. Pantai ini memang nggak ada habisnya, nggak pernah sepi, sampai – sampai nggak tau kalau sudah larut malam. Aku cinta hari ini, Anggi benar, kita harus pergi kesuatu tempat buat ngedapetin apa yang kita impikan kalau ditempat kita sekarang belum kita temukan impian itu, kita harus berusaha dan harus yakin juga, kalau tuhan itu nggak tidur, tuhan selalu disamping kita bahkan melekat dalam jiwa kita.
“jam berapa ini?” boss Indra tampak marah
“tadi lagi nikmati pantai boss”
“hmm bisa nggak kalau di luar jam kerja, jangan manggil boss, panggil saja Indra, aku hanya boss di kantor. Masalah yang tadi, aku nggak mau kamu sampai kenapa – kenapa, jujur aku care sama kamu. Aku perhatian, mungkin kalau aku ceritakan sesungguhnya, kamu bakal ketawa.”
“maksud boss? Eh Indra maksudnya”
“aku ngerencanain semua ini, dibantu sama sahabat kamu Anggi. Dia bilang kamu bosan sama jatuh cinta, kamu terlalu sering patah hati, jadi aku nyaranin Anggi buat ngasi tau kamu tentang tempat ini, aku sudah pernah kesini, sering bahkan, jadi aku jelasin ke dia tentang tempat ini, dan dia bilang bagus banget buat kamu nyari jodoh. Maka dari itu aku ngasi kamu tiket itu bukan buat kerja tapi buat jalan – jalan bersama, aku dan kamu”
“waahh makasi banget ya Indra, boss ku yang paling baik ternyata. Disini memang pas banget buat nyari jodoh, view nya keren, orang – orangnya ganteng – ganteng, nggak salah banget. Aku harus kerja lebih giat lagi buat boss Indra”
“jadi gimana?”
“jadi disini aku sudah dapet jodohku, namanya Angga, ya aku memang belum tau dia tapi dengan berjalannya waktu, aku pasti kenal dia lebih dalam lagi karena aku yakin kami berdua jodoh”
“apa kamu sudah punya pacar?”
“iya In, aku baru jadian tadi, semuanya berjalan begitu cepat, aku nggak tau harus ngomong apa sama kamu, pokoknya aku seneng banget, aku mau tidur dulu ya biar besok bisa ngabisin waktu lagi bareng sama Angga”
Aku meninggalkan Indra sendirian dan aku yakin itu bukan sebuah masalah besar, aku hanya ingin tubuhku beristirahat untuk besok.
Keesokan harinya aku lihat makanan sudah tertata rapi di meja makan, ada secarik kertas di dalamnya, aku buka dan aku baca isinya. “Rista, makanan sudah aku siapkan, sebelum kamu pergi kamu makan dulu biar nggak sakit, aku pergi nyari perlengkapan buat tahun baru 3 hari lagi, aku harap kamu jangan pulang larut malam. Tertanda Indra”
Perhatian banget, tumben, pasti ada maunya. Aku menikmati sarapan ini, roti panggang dengan keju parut didalam lapisannya, dan susu coklat hangat kesukaanku. Setelah itu aku siap – siap untuk menikmati hari ini dengan Angga, aku mau tahun baru nanti kita berdua bisa kencan romantis kayak di dongeng – dongeng.
Aku menyelusuri pantai dan aku bertemu seseorang yang mirip dengan Angga tapi kali ini bergandengan dengan seorang wanita, aku yakin itu Angga tapi wanita itu? aku menghampirinya dan menarik tangannya.
“Angga? Kamu, siapa dia?” aku kaget, ternyata dia benar Angga, aku kira ini hanya firasat ku.
“Rista aku bisa jelasin. Ini pacar aku dari Bandung, sudah seminggu ini kami berantem, aku pergi kesini buat nenangin diri, aku ketemu kamu, dan aku kira hubungan aku sama pacar aku bakal kandas gitu aja, tapi ternyata aku salah, lari bukan jalan yang terbaik, pacar ku nyusul kesini dan aku yakin cinta ku sama pacar ku kuat”
“terus kita?”
“nggak ada lagi kita, yang ada cuma kamu dan aku, Rista dan Angga. Ini memang kesalahnku, tapi aku lebih milih pacar aku yang sudah dua tahun jadian daripada kamu yang cuma aku kenal dua hari. Bagiku cinta nggak ada yang instan, cinta itu butuh proses, dan semua yang instan itu nggak baik termasuk cinta. Makanan instan aja kalau di konsumsi keterusan bisa sakit apalagi cinta, kita bisa sakit hati”
“kamu bener Angga, cinta yang instan itu bisa bikin sakit, sama kayak kamu yang sakit jiwa dan aku yang sakit. SAKIT HATI!!!”
Aku langsung pergi ninggalin mereka, Angga yang nggak sebaik aku kira, bisa nerima aku apa adanya dengan waktu yang singkat. Aku nggak tau harus kemana lagi, aku lari, aku pergi ke resor. Jam lima Indra dating bawa makanan, minuman, semua nya, aku rasa dia kaget ngeliat aku yang hanya tiduran, dia kira aku sakit. Tapi bener aku sakit, aku sakit hati.
“kamu kenapa?”
“aku patah hati. Angga mutusin aku, ternyata aku cuma pelarian, dia berantem sama pacarnya yang di Bandung, pergi kesini, dan lari ke hatiku. Jatuh cinta itu memang ngeselin, harus ngerasain patah hati, terus sekarang aku harus move on, itu semua bikin capek”
“jangan negative thinking dulu soal cinta, mungkin belum ada yang pas.”
“kamu tau apa soal cinta, pacaran saja nggak”
Aku rasa dia marah, Indra langsung pergi begitu saja, aku merasa bersalah tapi aku kan lagi sakit hati, berhak buat salah ngomong.
Seharian aku hanya duduk diam di dalam resor, Indra melihat ku seperti seorang anak yang patah semangat. Dia datang menghampiriku dan dia mengajakku untuk merayakan malam tahun baru besok, aku belum menjawabnya, dan aku rasa masih ada cukup waktu untuk berpikir.
Hari ini adalah tanggal 31 December 2012, sebentar lagi adalah malam tahun baru, aku nggak tau harus bagaimana, tapi tadi Anggi menelpon ku, dia bercerita banyak hal, hal yang membuat ku yakin yang harus aku lakukan hari ini. Aku mulai bersiap – siap untuk merayakannya, banyak makanan, kembang api, dan turis – turis yang juga merayakannya disini. Aku langsung mencari Indra, aku langsung memeluknya, aku terlalu bodoh untuk melakukannya sekarang, aku tidak melihat sosok yang benar – benar ada untukku, mungkin karena dia tertutupi oleh pangkat boss itu, mungkin dia kaget.
“ada apa ini?”
“kamu nggak usah membohongi perasaan kamu lagi, Anggi udah cerita semuanya, dari tiga tahun yang lalu, sampai sekarang. Ya aku cuma bodoh, nggak ngeliat mana yang serius dan mana yang cuma main – main.”
“jadi sekarang kita jadian nih?”
“iya benar, di malam tahun baru ini”
Kembang api bertaburan menyambut awal kisah cinta kami.
- 1 TAHUN KEMUDIAN
Aku melihatnya, sosok itu, Indra, boss ku yang dulu tidak pernah aku bayangkan. Angga benar cinta itu butuh proses, nggak ada yang instan, dari perkenalan kami tiga tahun hingga kini tepat di tanggal 1 January 2014, aku akan menyandang sebuah nama besar, yang kelak akan tumbuh menjadi kesuksesan yang nyata, Rista Indah Wiguna. Aku menikah dengannya, cinta terakhir diawal tahun yang indah. Ternyata doaku malam itu terkabul, akhirnya bahagia walau bukan bersamanya, setidaknya aku bahagia, karena itu yang ku pinta. Happy New Years, I wish our dreams come true in this years.