di perjalanan, rini mulai kelelahan, lapar dan
haus sudah tak bisa ditahan lagi, tapi ia tetap takut dengan si tua itu, ia
takut bila tiba - tiba si tua itu mendekap tubuhnya dan ingin menculiknya.
dilihatnya sesosok pria besar, kuat dan tangguh sedang menghalangi jalannya,
rini berfikir bahwa pria itu adalah suruhan si tua tersebut, rini mencoba lari
tapi dua pria lagi datang menghalanginya, karena ia kalah banyak dan kalah
kemampuan, apalgi ia sudah kehabisan energi, jadi ia tertangkap oleh ketiga
pria tersebut.
semampaianya dibilik rumah, rini sibaringkan di
tempat tidur empuk, rini merasa berada di surga yang indah. setelah bangun,
rini melihat disekelilingnya terdapat makanan dan minuman lengkap dengan buah -
buahan terhidang diatas meja berbahan kayu jati tersebut. dengan lahapnya rini
menghabiskan semua itu, tanpa sisa, ia bingung apa yang sedang terjadi, ia
sedang dimana. setelah semua itu selesai, ia mendengarkan seorang pria membuka
pintu kamar rini, karena sudah pasrah, rini menunduk, tak mau melihat yang
terjadi, pria itu mendekatinya dan berkata "kenapa kamu mesti merunduk,
seperti padi, lihatlah aku pria yang telah memberimu kemakmuran", karena
rini sangat - sangat ketakutan, ia memeluk kaki pria itu dan berkata "maaf
- maaf pak, aku tak bermaksud menjauhimu, tapi aku tak mau menjadi istri
kelimamu, aku lebih baik jadi perawan tua, dibanding jadi istri kelimamu",
pria itu kaget dan tertawa "apa ??? hahahahaha istri kelima, mana mungkin,
aku sama sekali belum pernah menjamah wanita, apalagi menikahi mereka",
mendengar kalimat itu, rini pun kaget dan ia mulai melihat wajah pria tersebut
dan ia kaget, ternyata pria yang ia bayangkan bukan si tua bangka itu, tapi
edo, pria tampan yang ia kagumi sejak dulu. "kenapa kamu yang ada disini,
kemana pria tua itu?", "apakah kamu tak mengharapkan
kehadiranku?", "bukan, bukan begitu, aku senang dirimu ada disini,
tapi, bagaimana dengan pria tua bangka tersebut?", "tenanglah, pria
bejat itu sudah kumasukkan kedalam jeruji besi, agar ia bisa menebus dosanya,
karena telah menikahi anak dibawah umur dan menyiksa mereka",
"baguslah bila begitu, terimakasih juga karena kamu mau menolongku",
"tenang, itulah cinta, aku rela menolongmu walaupun nyawa sebagai
taruhannya". semenjak hari itu rini selalu dilindungi oleh edo, pria
militer kekasihnya itu.
TAMAT