Senin, 31 Desember 2012

takdir

apakah anda pernah menyadari sebuah takdir ??
aku punya sebuah cerita, cerita yang sangat nyata.
pertamanya aku sangat senang karena melihat orang yang aku sukai datang, saat itulah aku mengajaknya mulai berbincang - bincang, tapi sayangnya pembicaraan ini sangat datar, aku mulai kecewa, selalu saja apa yang aku harapkan tidak sesuai. dengan wajah sedikit sedih aku mencoba mencairkan suasana, lama kelamaan dia mulai senang dan asyik, saat itulah aku benar - benar bahagia, melihat orang yang aku suka ternyata bisa seasyik itu dengan ku. sekitar beberapa menitnya saat aku berbicara panjang lebar, tapi dia tiba - tiba pergi dan entah kemana, saat itu aku sangat sedih, aku serasa dipermainkan, dia seperti memberi harapan palsu.

tapi kini aku tau ternyata itulah yang dinamakan takdir, ketika kita benar - benar sedih pasti akan ada kebahagian besar yang menanti, begitu juga bila kita sangat bahagia, jangan lupa bahwa itu hanya sementara :D

Minggu, 07 Oktober 2012

The Story Of Love

ding...dong....ding....dong bel menunjukkan waktu pukul tepat jam 12 malam, rini dengan gemetar lari dari bilik yang satu ke bilik lainnya, ia takut sosok pria itu akan muncul dan memaksa untuk menjadikan rini sebagai istri kelimanya. tapi tiba - tiba seorang pria menarik tangannya dan mendekap mulut rini hingga ia tak sadarkan diri. "hmmmm dimana aku ??? badanku kenapa sakit semua ??? ahhhhhhh" tiba - tiba ia teringat bahwa ia kemarin telah diculik oleh seseorang. ia mencoba mengingat - ingat orang tersebut, ia takut bila orang itu adalah pria tua bangka yang memaksa untuk menikahinya. rini pun berniat untuk kabur, ia mencari - cari tali, agar bisa keluar dari rumah itu. toookk....toookkk....toookkkk... suara ketukan pintu yang membuat rini langsung ketakutan, dalam hatinya ia tak mau semua ini terjadi. dengan rasa takut yang begitu besar rini langsung melompat melewati jendela dan kabur, sedangkan suara ketukan itu mulai lenyap dan sebuah tangan membuka pintu secara perlahan. "hah dimana wanita itu, susah payah aku mendapatkannya, tapi kini aku kehilangannya, ajudan, kirim semua pasukan untuk mendapatkan wanita itu" seru seorang pria yang sedang kecewa.
di perjalanan, rini mulai kelelahan, lapar dan haus sudah tak bisa ditahan lagi, tapi ia tetap takut dengan si tua itu, ia takut bila tiba - tiba si tua itu mendekap tubuhnya dan ingin menculiknya. dilihatnya sesosok pria besar, kuat dan tangguh sedang menghalangi jalannya, rini berfikir bahwa pria itu adalah suruhan si tua tersebut, rini mencoba lari tapi dua pria lagi datang menghalanginya, karena ia kalah banyak dan kalah kemampuan, apalgi ia sudah kehabisan energi, jadi ia tertangkap oleh ketiga pria tersebut.
semampaianya dibilik rumah, rini sibaringkan di tempat tidur empuk, rini merasa berada di surga yang indah. setelah bangun, rini melihat disekelilingnya terdapat makanan dan minuman lengkap dengan buah - buahan terhidang diatas meja berbahan kayu jati tersebut. dengan lahapnya rini menghabiskan semua itu, tanpa sisa, ia bingung apa yang sedang terjadi, ia sedang dimana. setelah semua itu selesai, ia mendengarkan seorang pria membuka pintu kamar rini, karena sudah pasrah, rini menunduk, tak mau melihat yang terjadi, pria itu mendekatinya dan berkata "kenapa kamu mesti merunduk, seperti padi, lihatlah aku pria yang telah memberimu kemakmuran", karena rini sangat - sangat ketakutan, ia memeluk kaki pria itu dan berkata "maaf - maaf pak, aku tak bermaksud menjauhimu, tapi aku tak mau menjadi istri kelimamu, aku lebih baik jadi perawan tua, dibanding jadi istri kelimamu", pria itu kaget dan tertawa "apa ??? hahahahaha istri kelima, mana mungkin, aku sama sekali belum pernah menjamah wanita, apalagi menikahi mereka", mendengar kalimat itu, rini pun kaget dan ia mulai melihat wajah pria tersebut dan ia kaget, ternyata pria yang ia bayangkan bukan si tua bangka itu, tapi edo, pria tampan yang ia kagumi sejak dulu. "kenapa kamu yang ada disini, kemana pria tua itu?", "apakah kamu tak mengharapkan kehadiranku?", "bukan, bukan begitu, aku senang dirimu ada disini, tapi, bagaimana dengan pria tua bangka tersebut?", "tenanglah, pria bejat itu sudah kumasukkan kedalam jeruji besi, agar ia bisa menebus dosanya, karena telah menikahi anak dibawah umur dan menyiksa mereka", "baguslah bila begitu, terimakasih juga karena kamu mau menolongku", "tenang, itulah cinta, aku rela menolongmu walaupun nyawa sebagai taruhannya". semenjak hari itu rini selalu dilindungi oleh edo, pria militer kekasihnya itu.
TAMAT